TOBOALI, LASPELA.COM – Sekretaris Daerah Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menyoroti kendala suplai bahan baku dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya.
Hefi mengungkapkan bahwa sejumlah pengelola dapur SPPG d8 Bangka Selatan masih kesulitan dalam merencanakan menu akibat ketidakpastian stok bahan pokok.
Guna menekankan pentingnya kontrak kerja sama yang jelas antara pihak SPPG dengan mitra atau penyuplai, Hefi meminta mitra wajib berkontrak untuk menjamin ketersediaan bahan baku.
”Kami sepakat agar mitra wajib berkontrak untuk menjamin ketersediaan bahan baku. Dengan kontrak yang jelas, suplai akan lebih lancar dan kawan-kawan di SPPG tidak lagi bingung menentukan menu mingguan,” kata Hefi, Kamis (5/3/2026).
Tak hanya itu, Hefi juga mendorong optimalisasi produk lokal Bangka Selatan dalam rantai pasok program ini.
Menurut dia, saat ini beberapa komoditas seperti beras masih didatangkan dari luar kabupaten.
”Harapan kami bahan lokal dioptimalkan, termasuk melibatkan koperasi di desa-desa. Dengan begitu, program MBG tidak hanya memperbaiki gizi anak, tetapi juga memberikan dampak nyata pada perputaran ekonomi masyarakat lokal,” ucapnya.
Untuk itu, Pemkab Basel berencana memanggil pihak penyuplai untuk mendiskusikan hambatan teknis lainnya, termasuk ketersediaan komoditas sulit seperti susu agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
“Dalam waktu dekat kita akan memanggil penyuplai bahan baku untuk mencari solusi ataupun jalan keluar guna kekuatiran terhadap persediaan bahan baku lokal tidak lagi terjadi,” pungkasnya. (Pra)











