Mulai 5 Februari Pasokan Gas 3 Kilogram di Bangka Belitung Dipastikan Kembali Normal

Bangka Belitung24 Dilihat
banner 468x60

PANGKALPINANG, LASPELA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya memastikan pasokan LPJ 3 Kilogram akan kembali normal mulai 5 Februari 2026 mendatang. Hal ini disampaikan Didit usai menggelar audiensi dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI), perwakilan Pertamina, Stafsus Gubernur Babel, perwakilan masyarakat yang membahas terkait kelangkaan LPG yang berdampak pada kebutuhan rumah tangga, UMKM, hingga sektor ekonomi masyarakat, yang berlangsung di ruang Banmus DPRD Babel, Senin (2/1/2026).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada APKLI Bangka Belitung, staf khusus gubernur, pihak Pertamina yang luar biasa hadir. Alhamdulillah, dari rapat tadi ada beberapa kesimpulan penting,” ujar Didit kepada awak media.

banner 336x280

Disampaikan Didit, kesimpulan pertama dari audiensi itu adalah jika tidak ada halangan distribusi LPG 3 kg mulai 5 Februari penyaluran gas melon dipastikan kembali normal di seluruh Pulau Bangka Belitung. Namun demikian perlu diingatkan penyaluran tetap harus tepat sasaran. Kesimpulan kedua, akan dibentuk tim pengawasan terpadu untuk mengawasi penyaluran LPG 3 kg agar benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak tepat sasaran.

“Tim tersebut nantinya akan melibatkan aparat penegak hukum (APH), seperti kepolisian dan kejaksaan, dan menjadi kewenangan pihak eksekutif,” sebut Didit.
Selanjutnya, Didit menyampaikan bahwa Pertamina memastikan jelang Ramadan dan Idulfitkri 2026 stok LPG 3 Kilogram dalam kondisi aman.

“InsyaAllah untuk stok LPJ 3 Kilogram jelang Ramadan dan Idulfitri Pertamina pastikan aman,” katanya.
Didit menegaskan, terkait harga eceran tertinggi (HET) perlu adanya kepastian hukum yang jelas. Hal itu penting agar agen LPG yang menyalurkan ke daerah terpencil juga mendapatkan kejelasan dan keadilan.

“Kita harus objektif, karena agen-agen yang menyalurkan ke daerah jauh juga punya beban biaya,” jelasnya.

Langkah kedepan, Didit menambahkan, DPRD Babel bersama Gubernur akan mendesak pemerintah pusat untuk membangun kilang atau depo penampung LPG baru di Bangka Belitung.
Hal ini dinilai penting mengingat kondisi geografis Babel sebagai daerah kepulauan dengan cuaca laut dan udara yang kerap ekstrem.

“Dengan adanya kilang atau penampung LPG baru, permasalahan kelangkaan LPG 3 kg diharapkan tidak terulang lagi,” tutupnya. (chu)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *